
BANDUNG – Pengurus Daerah serta Lembaga Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Kerja pada Jumat (13/02/2026). Bertempat di Kantor Sekretariat PD FSP KEP SPSI Jawa Barat, Jl. Lodaya, Kota Bandung, pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam menentukan arah perjuangan organisasi di tahun berjalan.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh jajaran pengurus daerah dan dihadiri oleh pimpinan lembaga di tingkat provinsi. Fokus utama pembahasan mencakup tiga agenda strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan anggota dan penguatan internal organisasi.

Agenda Strategis dan Evaluasi Program
Dalam sesi pertama, dilakukan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan program kerja yang telah berjalan. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan organisasi tetap relevan dengan dinamika ketenagakerjaan di Jawa Barat serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasi di lapangan.
Dua poin utama lainnya yang menjadi sorotan dalam rapat ini adalah:
- Strategi Gugatan UMSK 2026: Pimpinan Daerah membahas secara intensif mengenai perkembangan dan langkah-langkah hukum terkait gugatan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2026. Hal ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memperjuangkan hak upah yang layak bagi pekerja di sektor kimia, energi, dan pertambangan.
- Update Pembangunan Pusdiklat Jatiluhur: Rapat juga memaparkan progres pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) KSPSI yang berlokasi di Jatiluhur. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan kompetensi dan kaderisasi bagi anggota serikat pekerja guna menghadapi tantangan industri masa depan.
Komitmen Organisasi
Melalui Rapat Kerja ini, PD FSP KEP SPSI Provinsi Jawa Barat menegaskan kembali perannya sebagai wadah perjuangan yang progresif. Sinergi antara pengurus dan lembaga diharapkan mampu mempercepat terealisasinya program-program strategis, baik dalam aspek pembelaan hukum maupun pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Pertemuan ditutup dengan perumusan rekomendasi teknis yang akan menjadi panduan kerja bagi seluruh jajaran pengurus dalam beberapa bulan ke depan.
Red-betz11